Manchester City kembali kehilangan poin penting setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Chelsea di Etihad Stadium. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY 365.

Hasil ini terasa menyakitkan karena kemenangan sudah berada di depan mata sebelum gol telat Enzo Fernandez membuyarkan segalanya. City sebenarnya tampil dominan, terutama di babak pertama, namun kegagalan memanfaatkan peluang menjadi masalah klasik yang kembali terulang.
Gol pembuka City yang dicetak Tijjani Reijnders sempat memberi harapan besar bagi publik tuan rumah. Permainan cepat dan penguasaan bola mutlak membuat Chelsea lebih banyak bertahan. Namun, perubahan situasi di babak kedua menunjukkan bahwa City belum sepenuhnya konsisten menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tambahan satu poin ini membuat pasukan Pep Guardiola tertinggal enam angka dari Arsenal di puncak klasemen. Meski begitu, para pemain City menolak larut dalam kekecewaan dan menegaskan bahwa persaingan masih sangat terbuka.
Frustrasi yang Terasa Seperti Kekalahan
Rodri tak menutupi rasa frustrasinya usai pertandingan. Menurutnya, City seharusnya bisa mengunci kemenangan dengan selisih gol yang meyakinkan jika lebih tajam di depan gawang. Banyak peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir menjadi pembeda utama dalam laga tersebut. Gelandang asal Spanyol itu menilai babak pertama adalah salah satu penampilan terbaik City musim ini.
Sayangnya, sepak bola tidak selalu adil bagi tim yang tampil dominan. Kesalahan kecil dan kurangnya fokus bisa mengubah hasil akhir dalam sekejap. Bagi Rodri, hasil imbang ini terasa seperti kekalahan. Bukan karena permainan buruk, tetapi karena City gagal memaksimalkan keunggulan saat lawan berada di bawah tekanan penuh.
Baca Juga: Pep Guardiola Tegaskan Masa Depan di Manchester City
City Kehilangan Ritme di Babak Kedua

Penurunan performa di babak kedua menjadi sorotan utama. City terlihat kehilangan identitas permainan yang biasanya menjadi kekuatan mereka. Chelsea mulai berani keluar menyerang dan memanfaatkan kesalahan-kesalahan sederhana dari tuan rumah.
Kehilangan bola di area berbahaya dan terlalu banyak bertahan membuat City tertekan. Meski Chelsea tidak menciptakan banyak peluang bersih, satu momen krusial sudah cukup untuk menghukum kelengahan City.
Situasi ini menjadi pelajaran penting bahwa dominasi tanpa efektivitas hanya akan membuka celah bagi lawan. City harus kembali menemukan keseimbangan antara menyerang dan mengontrol tempo permainan.
Pesan Tegas Rodri untuk Arsenal
Meski tertinggal enam poin, Rodri menegaskan bahwa Manchester City belum menyerah dalam perburuan gelar. Ia mengingatkan Arsenal agar tidak terlalu cepat merasa aman, karena musim masih panjang dan penuh kejutan.
Fokus City kini adalah menjaga konsistensi dan memenangkan laga demi laga. Rodri percaya bahwa tekanan justru bisa menjadi bahan bakar bagi timnya untuk bangkit dan tampil lebih solid di sisa musim. Keyakinan serupa juga diungkapkan Reijnders yang menegaskan bahwa ruang ganti City masih dipenuhi optimisme. Mereka yakin momentum bisa berbalik jika terus bekerja keras.
Fisik Terkuras dan Tantangan ke Depan
Bagi Rodri secara pribadi, kembali bermain setelah cedera panjang adalah sebuah kemenangan tersendiri. Ia mengaku proses pemulihan sangat berat, namun kini mulai merasakan kekuatan fisiknya kembali. Namun, pengamat seperti Shay Given melihat tanda-tanda kelelahan di skuad City.
Padatnya jadwal dan badai cedera membuat kedalaman tim diuji, bahkan untuk tim sekelas Manchester City. Laga berikutnya melawan Brighton menjadi ujian mental dan fisik yang penting. Jika ingin terus menekan Arsenal, City harus segera bangkit dan menunjukkan bahwa mereka masih kandidat kuat juara Liga Inggris musim ini. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancity365.com.
