Pep Guardiola mencatat laga ke-100 sebagai pelatih Manchester City di Liga Champions, namun hasilnya jauh dari yang diharapkan. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY 365.

The Citizens harus menyerah 0-2 saat menjamu Bayer Leverkusen di Etihad Stadium. Kekalahan ini sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan City di kandang pada fase grup sejak September 2018. Sebelumnya, perjalanan Guardiola bersama City di Liga Champions memang lebih banyak diwarnai kekecewaan daripada momen bahagia.
Kini, milestone ke-100 ini justru terasa pahit karena timnya gagal meraih hasil positif, menambah catatan buruk di kompetisi Eropa. Hasil ini juga memberi tanda bahwa meski Guardiola dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dunia, tantangan Liga Champions tetap sulit. City harus segera bangkit agar tidak menghadapi tekanan lebih besar di laga-laga berikutnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Eksperimen Guardiola yang Gagal
Pada laga ini, Guardiola membuat keputusan mengejutkan dengan melakukan 10 perubahan pada starting XI. Tujuannya adalah menjaga stamina pemain utama untuk fase krusial, namun eksperimen ini justru berdampak negatif. City tampil kehilangan intensitas dan kreativitas, serta mudah ditembus serangan balik Leverkusen.
Leverkusen, yang kini tampil lebih solid di bawah arahan Kasper Hjulmund, memanfaatkan peluang dengan sangat efektif. Mereka membuktikan diri sebagai lawan tangguh meski sempat kalah besar dari PSG bulan lalu. Alejandro Grimaldo membuka keunggulan setelah menerima umpan cepat Christian Kofane.
Nathan Ake sempat mencetak peluang untuk City, namun kiper Leverkusen, Mark Flekken, tampil gemilang. Penampilan kiper asal Belanda itu menjadi momok bagi City sepanjang pertandingan, mencegah peluang emas The Citizens menjadi gol.
Baca Juga: Ruben Dias Desak Premier League Tegaskan Aturan VAR!
Pergantian Pemain Tak Menolong

Guardiola mencoba memperbaiki keadaan di babak kedua dengan memasukkan Phil Foden, Nico O’Reilly, dan Jeremy Doku. Intensitas permainan sempat meningkat, namun City justru semakin terbuka untuk serangan balik.
Hanya 10 menit setelah babak kedua dimulai, Leverkusen menggandakan keunggulan melalui sundulan Patrik Schick, hasil umpan silang Ibrahim Maza. Peluang untuk membalikkan keadaan tetap sulit karena pertahanan Leverkusen solid.
Erling Haaland yang biasanya menjadi andalan gagal mengubah nasib tim. Beberapa peluang emasnya berhasil digagalkan Flekken, termasuk usaha terakhir Rayan Cherki di menit-menit akhir. Hasil ini memastikan City pulang tanpa poin dan memperpanjang catatan negatif.
Tantangan Berat Menanti City
Kekalahan ini menandai dua kekalahan beruntun bagi Man City, sesuatu yang jarang terjadi di era Guardiola. Tekanan kini semakin besar menjelang laga berat melawan Real Madrid di Santiago Bernabéu dua minggu mendatang.
Kekalahan di Madrid bisa kembali membawa City ke skenario play-off, seperti yang mereka alami musim lalu. Guardiola menyebut laga ini penting, namun keputusan rotasi besar-besaran membuat tim menghadapi situasi rumit.
Performa menurun dan tekanan yang meningkat menuntut City segera bangkit. Laga melawan Madrid bisa menjadi titik balik bagi The Citizens, atau justru memicu krisis lebih besar jika kesalahan terus berlanjut. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancity365.com.
