Ekspresi puas terpancar dari wajah Pep Guardiola saat peluit akhir berbunyi di Manchester City kontra Newcastle United, Minggu dini hari. Ia mengepalkan tangan ke tribun dan menyampaikan pesan santai kepada para pemain “Nikmati hidup, bahkan jika itu berarti menyeruput caipirinha dan daiquiri.”

Perayaan ini menegaskan betapa pentingnya kemenangan 2-1 tersebut. Selain tiga poin, kemenangan ini juga memberikan pesan tegas kepada pesaing utama di Liga Inggris: giliran Anda, Arsenal. Guardiola pun memberikan hadiah tiga hari libur sebagai simbol relaksasi, menekankan pentingnya menjaga mental pemain di tengah tekanan musim ini.
Meski saran tentang minum koktail mungkin tidak diikuti secara harfiah, euforia kemenangan menunjukkan betapa krusial hasil ini. Para pemain dapat bernapas sejenak, menikmati suasana, dan mengisi ulang energi sebelum menghadapi tantangan berikutnya.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Atmosfer Etihad yang Berbeda
Kemenangan atas Newcastle membuat Man City hanya terpaut dua poin dari Arsenal di puncak klasemen. Guardiola menyebut atmosfer di Etihad Stadium musim ini luar biasa, dengan koneksi yang kuat antara tim dan penggemar. “Koneksi yang kami miliki dengan para penggemar adalah yang terbaik musim ini. Kami memiliki vibe terbaik dan kami membutuhkan vibe itu sampai akhir musim,” ujarnya.
Meski skuad City berbeda dari sebelumnya, satu hal tetap konstan kehadiran Guardiola sebagai manajer pemenang yang tahu cara menavigasi tekanan. Ia menekankan bahwa sekitar 70 persen pemainnya belum pernah menghadapi persaingan gelar seperti ini, sehingga pengalaman dan bimbingan dari pemain senior menjadi penting.
Selain itu, hasil ini menunjukkan kekompakan tim. Para pemain memahami tanggung jawab masing-masing di lapangan, dari bertahan hingga menyerang, dan menjaga disiplin sepanjang 90 menit. Atmosfer positif ini memberikan motivasi ekstra untuk sisa musim yang sengit.
Baca Juga: Paris Saint-Germain Diam-diam Pantau Erling Haaland
Mental Baja di Lapangan

Tekanan kini beralih ke Arsenal yang akan menghadapi Tottenham Hotspur dalam derbi London Utara. Di sisi lain, Man City menampilkan mental baja saat menghadapi Newcastle, tim yang tetap agresif meski baru menempuh perjalanan panjang untuk kompetisi Eropa.
Salah satu pemain kunci adalah Erling Haaland. Meski tidak mencetak gol, ia bekerja tanpa lelah dengan pressing agresif, duel udara, dan umpan yang berujung gol penentu dari Nico O’Reilly. Guardiola memuji Haaland sebagai man of the match, menegaskan peran pentingnya dalam kemenangan tim.
O’Reilly pun menunjukkan fleksibilitas dalam peran lini belakang dan lini tengah, menarik perhatian bahkan pelatih tim nasional Inggris. Sementara Newcastle memperlihatkan potensi pemain muda seperti Lewis Hall, yang menjadi opsi defensif menarik bagi Inggris menjelang Piala Dunia 2026.
Penyelamatan Krusial dan Panggung yang Beralih
Di bawah mistar, Gianluigi Donnarumma menjadi pembeda dengan penyelamatan krusial di momen-momen akhir. Ia menepis tembakan Harvey Barnes yang hampir menyamakan skor, memastikan kemenangan 2-1 tetap aman.
Kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga menunjukkan kemampuan Man City menavigasi tekanan. Panggung kini beralih ke Arsenal yang menghadapi derbi sulit melawan Spurs. City berada di posisi ideal menangkan setiap laga dan terus menekan pesaing.
Keberhasilan menjaga mental, disiplin, dan semangat juang di setiap pertandingan menjadi kunci Man City tetap berada di jalur juara. Guardiola memberi ruang bagi pemain untuk santai sejenak, tetapi fokus dan tekanan tetap berjalan, menandai momen krusial menuju gelar Premier League. Nantikan terus kabar terbaru seputar Manchester City menarik lainnya hanya di mancity365.com.
