Pep Guardiola merasa frustrasi setelah Manchester City kalah 0-2 dari Bayer Leverkusen di Liga Champions. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY 365.

Kekalahan ini menghentikan rekor tak terkalahkan City di kandang pada fase grup sejak 2018. Guardiola menyebut laga tersebut sebagai “pelajaran yang baik” bagi dirinya sendiri, karena timnya gagal menunjukkan usaha yang maksimal.
Dalam laga ini, Guardiola melakukan 10 perubahan pada starting XI. Ia mencadangkan pemain kunci seperti Erling Haaland, Phil Foden, Ruben Dias, dan Bernardo Silva, hanya mempertahankan Nico Gonzalez. Upaya rotasi ini dimaksudkan agar semua pemain terlibat, namun hasilnya justru mengecewakan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Setelah pertandingan, Guardiola mengakui bahwa keputusan rotasi terlalu ekstrem. Ia menekankan bahwa meski ingin melibatkan semua pemain, City seharusnya tetap tampil dengan intensitas tinggi, terutama dalam posisi yang menguntungkan di Liga Champions.
Kritik Pedas Guardiola
Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Leeds, Guardiola mengkritik mentalitas timnya. Ia menegaskan, “Kami tidak mencoba! Ketika Anda bermain di lapangan, Anda harus mencoba berbagai hal, menang, dan berusaha semaksimal mungkin.” Ia merasa pemain bermain terlalu aman, takut melakukan kesalahan, dan kurang inisiatif.
Guardiola menegaskan bahwa masalah utama bukan soal kemampuan individu, tetapi sikap saat pertandingan. Tim seharusnya lebih berani mengambil risiko dan tampil agresif, bukan hanya bermain untuk aman. Kekalahan ini menjadi pengingat penting tentang mentalitas yang diperlukan di level tertinggi.
Ia juga menyebut bahwa pengalaman sebagai manajer tidak menjamin semua keputusan berjalan sempurna. Kekalahan ini menjadi “pelajaran berharga” untuk masa depan, terutama dalam mengatur rotasi pemain tanpa mengorbankan semangat dan intensitas di lapangan.
Baca Juga: Kritik Tajam Ruben Dias saat Newcastle Menang di Tengah Kontroversi Wasit
Terlalu Aman di Lapangan

Pelatih asal Catalonia itu menyoroti bahwa City terlalu berhati-hati dalam pertandingan. Alih-alih mengambil inisiatif menyerang atau bertahan, para pemain cenderung bermain aman, takut membuat kesalahan. Sikap ini membuat mereka rentan terhadap serangan balik dan kehilangan peluang penting.
Guardiola menekankan bahwa dalam sepak bola, keberanian untuk mencoba hal baru sangat penting. Ia percaya jika para pemain lebih percaya diri dan berani mengambil risiko, performa tim akan lebih baik. Namun dalam laga ini, mentalitas yang terlalu aman menjadi faktor utama kekalahan. Ia menambahkan bahwa kekalahan ini tidak membuatnya ragu untuk melakukan rotasi di masa depan, asalkan pemain tetap menunjukkan sikap berani dan agresif saat bermain.
Fokus pada Liga Premier
Kekalahan dari Leverkusen membuat tekanan meningkat, terutama dalam perebutan gelar Liga Premier. City tertinggal tujuh poin dari Arsenal, sehingga kemenangan melawan Leeds menjadi sangat penting. Guardiola menekankan pentingnya fokus pada pertandingan berikutnya, tanpa terlalu memikirkan hasil negatif sebelumnya. Ia menyoroti bahwa setiap lawan siap menghadapi City dan persaingan sangat ketat.
Oleh karena itu, tim harus mempersiapkan diri dengan serius, bermain penuh usaha, dan menghindari mentalitas terlalu aman agar peluang meraih gelar tetap terbuka. Guardiola berharap City belajar dari kekalahan ini dan mampu kembali tampil maksimal di liga domestik, menjaga ambisi juara tetap hidup. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancity365.com.
