Detik Menegangkan di Lisbon yang Membuat Guardiola Ikut Panik

Pep Guardiola mengungkap momen tak biasa yang dialami Manchester City saat menunggu kepastian nasib mereka di Liga Champions. Seusai menuntaskan laga sendiri, skuad City berkumpul di ruang ganti untuk menyaksikan pertandingan Benfica melawan Real Madrid yang berlangsung dramatis hingga menit akhir.

Detik Menegangkan di Lisbon yang Membuat Guardiola Ikut Panik

Laga di Lisbon itu berjalan penuh ketegangan. Benfica unggul tipis, sementara Real Madrid terus menekan demi menyamakan skor. Situasi tersebut membuat para pemain City ikut tegang, karena satu gol tambahan dari Madrid bisa berdampak langsung pada posisi mereka di klasemen fase liga.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Ketegangan memuncak ketika Benfica memimpin 3-2. Semua mata tertuju pada layar, menyadari bahwa hasil akhir pertandingan itu akan menentukan apakah City langsung lolos ke delapan besar atau harus menjalani babak playoff yang melelahkan.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Keputusan Mourinho yang Mengguncang

Momen paling mengejutkan datang di menit ke-98 ketika pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengambil keputusan berani. Ia memerintahkan kiper Anatoliy Trubin maju ke kotak penalti Real Madrid untuk membantu serangan, meski timnya sedang unggul.

Keputusan itu membuat Guardiola dan rombongan City panik. Dalam benak mereka, gawang Benfica yang kosong bisa menjadi bencana jika Madrid merebut bola dan mencetak gol penyeimbang. Hasil imbang 3-3 akan menjadi mimpi buruk bagi City.

Namun, strategi Mourinho justru membuahkan hasil sempurna. Trubin menyundul bola masuk dan memastikan kemenangan 4-2 bagi Benfica. Gol tersebut bukan hanya mengamankan kemenangan, tetapi juga mengunci kelolosan Benfica lewat selisih gol.

Baca Juga: Pep Guardiola Kritik Wasit Debutan Usai Kemenangan City atas Wolves

Rasa Terima Kasih untuk Rival Lama

Detik Menegangkan di Lisbon yang Membuat Guardiola Ikut Panik

Guardiola mengakui sempat tidak memahami alasan di balik keputusan tersebut. Ia bahkan menyebut semua orang di ruang ganti City bertanya-tanya mengapa kiper ikut maju menyerang dalam situasi krusial.

Setelah gol tercipta, barulah semuanya terasa masuk akal. Keputusan Mourinho dinilai jenius karena memastikan Benfica aman dan secara tidak langsung menyelamatkan Manchester City dari risiko tersingkir dari delapan besar.

Saat ditanya apakah ia akan mengucapkan terima kasih kepada Mourinho, Guardiola menjawab tanpa ragu. Rivalitas panjang mereka di masa lalu tak menghalangi rasa hormat atas keputusan berani yang menentukan nasib banyak tim.

Man City Lega dan Fokus ke Depan

Di saat yang sama, Manchester City sendiri menjalankan tugas dengan baik. Mereka menaklukkan Galatasaray 2-0 lewat gol Erling Haaland dan Rayan Cherki, memastikan hasil maksimal di laga terakhir fase liga.

Satu-satunya catatan negatif datang dari cedera Jeremy Doku. Winger cepat itu tampil impresif dengan dua assist sebelum harus ditarik keluar akibat masalah pada betis, yang kini menjadi perhatian tim medis City. Guardiola pun mengaku lega timnya finis di posisi delapan besar dan terhindar dari babak playoff.

Dengan format Liga Champions yang semakin kompetitif, ia menilai setiap keuntungan sekecil apa pun sangat berarti. Kini, Man City berharap bisa melangkah ke fase gugur dalam kondisi terbaik dan siap menghadapi tantangan yang lebih besar. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar berita Manchester City menarik lainnya hanya di mancity365.com.