Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa kesuksesan timnya tidak semata-mata karena belanja besar di bursa transfer. Pada bursa Januari 2026, City mendatangkan Marc Guehi dan Antoine Semenyo untuk memperkuat skuad. Selain itu, Kalvin Phillips dipinjamkan ke Sheffield United.

Marc Guehi langsung memberikan dampak di lini belakang, menambal celah akibat cedera beberapa bek utama. Sementara Semenyo tampil impresif di lini serang, mencetak empat gol dari lima laga pertamanya. Ia menjadi pemain kedua dalam sejarah Premier League yang mencetak gol di empat dari lima laga awal bersama klub, menyamai rekor Emmanuel Adebayor pada 2009.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa strategi transfer City tidak hanya agresif, tetapi juga efisien. Guardiola menekankan kualitas dan kecocokan pemain dengan filosofi tim lebih penting daripada jumlah uang yang dikeluarkan. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan bisa datang dari perencanaan matang, bukan sekadar pengeluaran besar.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Sindiran Guardiola untuk Rival
Guardiola menyindir klub-klub Premier League yang sering menyoroti pengeluaran City. Ia menegaskan, jika dibandingkan net spend lima tahun terakhir, City justru berada di peringkat ketujuh. Pernyataan ini disampaikannya dengan nada bercanda namun sarat sindiran.
“Kalau dulu kami menang karena menghabiskan banyak uang, sekarang ada enam tim lain yang harusnya memenangkan Premier League, Liga Champions, dan Piala FA karena mereka mengeluarkan lebih banyak uang,” kata Guardiola. Ia menekankan fakta ini untuk menunjukkan bahwa uang besar bukan jaminan sukses.
Sindiran Guardiola juga menegaskan bahwa kesuksesan City lebih didasarkan pada manajemen yang cermat, perencanaan tim, dan adaptasi strategi di lapangan. Ia menambahkan, jika belanja besar selalu dijadikan tolok ukur, maka logikanya klub-klub lain seharusnya lebih sering menjuarai berbagai kompetisi.
Semenyo Jadi Pahlawan Instan

Salah satu bukti keberhasilan transfer Januari City adalah performa Antoine Semenyo. Penyerang ini memberikan kontribusi langsung sejak laga pertama, termasuk gol penting di semifinal Carabao Cup menghadapi Newcastle. City menang 2-0 pada leg pertama dan akan melanjutkan leg kedua di Etihad.
Guardiola menilai Semenyo bukan hanya pengisi skuad, tetapi pemain yang bisa langsung mengubah dinamika permainan. Penampilannya memberi energi baru di lini serang dan menunjukkan bahwa transfer tepat sasaran lebih penting daripada sekadar nominal uang yang dihabiskan.
Kombinasi Semenyo dan Guehi menunjukkan filosofi Guardiola: transfer bukan soal gengsi, tetapi soal kebutuhan tim dan kecocokan dengan taktik. Hal ini juga membuktikan manajemen City mampu bekerja efektif meski tidak selalu menjadi pengeluar uang terbesar.
Newcastle Pilih Strategi Hati-hati
Berbeda dengan City, Newcastle United lebih memilih pasif di bursa Januari 2026. Manajer Eddie Howe menyebut keterbatasan finansial menjadi alasan utama timnya tidak banyak bergerak. Klub fokus pada pemain muda dan persiapan bursa transfer musim panas.
Howe menilai musim dingin bukan waktu ideal untuk belanja besar, karena harga pemain lebih tinggi dan pilihan terbatas. Ia ingin timnya bekerja sesuai kondisi, tanpa mengambil risiko finansial yang berlebihan. Kebijakan ini memperlihatkan perbedaan filosofi antara klub-klub kaya seperti City dan tim yang berhati-hati secara finansial.
Meskipun demikian, Howe yakin pendekatan ini lebih bijak untuk jangka panjang, demi stabilitas dan pengembangan tim. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar berita Manchester City menarik lainnya hanya di mancity365.com.
