Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa fokus utamanya bukan hanya mengejar trofi. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY 365.

Baginya, perkembangan tim lebih penting daripada sekadar gelar juara. Pernyataan ini muncul setelah City menutup musim lalu tanpa trofi mayor untuk pertama kali dalam delapan tahun terakhir.
Meskipun begitu, Guardiola tetap menghargai kemenangan Community Shield di awal musim setelah mengalahkan Manchester United melalui adu penalti. Namun ia menekankan bahwa satu gelar kecil tidak cukup menjadi ukuran kepuasan sebagai pelatih. Menurutnya, kemenangan instan tidak menggantikan proses jangka panjang dalam membangun tim yang kuat.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Guardiola menepis anggapan bahwa kegagalan meraih trofi besar memberi tekanan tambahan. “Ini bukan soal menang atau tidak menang trofi. Ini tentang bagaimana tim berkembang, bagaimana tim menjadi lebih baik,” ujarnya tegas.
Performa Tim Masih Bisa Lebih Baik
Guardiola mengakui bahwa performa Manchester City musim lalu memang belum maksimal. Ia menilai timnya tidak pantas memenangkan lebih dari satu trofi karena penampilan yang belum konsisten. “Terkadang Anda bisa menang saat tidak bermain bagus, terutama di kompetisi gugur, karena faktor keberuntungan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kepuasan terbesar bukan datang dari gelar, tetapi dari menampilkan performa terbaik. Guardiola percaya bahwa bermain bagus untuk diri sendiri dan penggemar lebih penting daripada pencapaian instan. Fokusnya adalah bagaimana tim berkembang dari pertandingan ke pertandingan.
Pernyataan ini menunjukkan filosofi Guardiola yang menekankan proses dan kualitas permainan. Bagi Guardiola, trofi hanyalah hasil sampingan dari tim yang terus belajar, beradaptasi, dan meningkat.
Baca juga: Semenyo Terpesona dengan Haaland Setelah Bertemu Langsung
Proses Lebih Penting dari Hasil Instan

Pelatih asal Spanyol ini menyoroti pembangunan ulang skuad Manchester City yang berlangsung selama setahun terakhir. Setelah kepergian sejumlah pemain kunci, target utama adalah peningkatan performa secara bertahap. Guardiola ingin tim berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya, bukan hanya mengandalkan kemenangan cepat.
“Ketika Anda berada dalam proses tersebut dan berjuang untuk gelar, peluang untuk memenangkannya akan datang,” ujarnya. Filosofi ini menekankan pentingnya konsistensi, kerja keras, dan pengembangan tim. Trofi dianggap sebagai bonus dari proses yang dijalani, bukan tujuan utama.
Guardiola menekankan bahwa perjalanan tim lebih penting daripada hasil instan. Dengan fokus pada proses, para pemain belajar menghadapi tekanan dan situasi sulit, sehingga perkembangan tim berlangsung lebih berkelanjutan.
Euforia Gelar Hanya Sementara
Guardiola menilai euforia setelah memenangkan gelar juara bersifat sementara. Pujian datang cepat, namun juga cepat memudar. “Sehari setelah menang, pujian berkurang, dua hari kemudian berkurang lagi, dan setelah itu dilupakan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah perjalanan tim dan proses berkembang secara konsisten. Bagi Guardiola, kepuasan profesional datang dari melihat tim belajar, beradaptasi, dan menunjukkan peningkatan performa di setiap pertandingan.
Filosofi ini menjadi pedoman Guardiola dalam menjalani profesinya. Ia ingin tim tidak hanya fokus pada gelar, tetapi terus meningkatkan kualitas permainan, membangun skuad, dan menyiapkan generasi berikutnya untuk meraih kesuksesan jangka panjang. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancity365.com.
