Manchester City memasuki fase penting musim ini dengan hasil yang jauh dari harapan. Laga melawan Brighton yang berakhir imbang 1-1 kembali menegaskan bahwa The Citizens sedang berada dalam situasi sulit. Dibawah ini akan ada penjelasan tentang berita Manchester City menarik lainnya di MANCITY 365.

Hasil tersebut menjadi seri ketiga secara beruntun setelah sebelumnya gagal menang saat menghadapi Sunderland dan Chelsea di Liga Inggris. Kondisi ini memunculkan kekecewaan, tidak hanya dari tim pelatih, tetapi juga dari para pendukung.
Beberapa suporter terdengar menyoraki tim saat peluit akhir dibunyikan, menandakan mulai tumbuhnya rasa frustrasi. Manchester City yang biasanya tampil dominan kini terlihat kesulitan menjaga konsistensi permainan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pep Guardiola mencoba bersikap realistis menghadapi situasi ini. Ia menyadari bahwa hasil imbang tidak cukup untuk menjaga posisi di papan atas, tetapi tetap menekankan bahwa timnya masih berusaha menemukan bentuk permainan terbaik di tengah berbagai keterbatasan.
Badai Cedera Mengganggu Stabilitas Tim
Salah satu faktor utama yang memengaruhi performa Manchester City adalah badai cedera. Sejumlah pemain inti harus menepi, memaksa Guardiola melakukan banyak perubahan dalam susunan pemain. Situasi ini membuat tim tampil dengan komposisi yang belum sepenuhnya padu.
Guardiola mengakui bahwa banyak pemain baru harus beradaptasi dengan sistem permainan yang kompleks. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi cara timnya bermain, terutama dalam membangun serangan dan menguasai bola. Sayangnya, dominasi tersebut tidak selalu berujung pada gol.
Masalah ini kembali terlihat jelas di babak kedua melawan Brighton. Akurasi umpan menurun dan tempo permainan tidak lagi terjaga. Pola yang sama juga terjadi di dua laga sebelumnya, menunjukkan bahwa City masih kesulitan menjaga kualitas permainan selama 90 menit penuh.
Baca Juga: Krisis Bek Manchester City Makin Parah, Ruben Dias Dipastikan Absen Enam Minggu
Jadwal Padat Jadi Tantangan Besar

Periode Januari hingga awal Februari 2026 menjadi ujian berat bagi Manchester City. Dalam rentang satu bulan, mereka harus menjalani 10 pertandingan di empat kompetisi berbeda. Jadwal padat ini menuntut kedalaman skuad dan mental juara yang kuat.
Namun, dengan kondisi pemain yang tidak ideal, tantangan tersebut terasa semakin berat. Setiap pertandingan kini memiliki arti besar, karena satu kesalahan kecil bisa berdampak langsung pada peluang meraih gelar. Konsistensi menjadi kunci, tetapi justru inilah yang belum dimiliki City saat ini.
Situasi klasemen juga semakin menekan. Jika Arsenal mampu meraih kemenangan atas Liverpool, jarak poin di puncak klasemen akan melebar. Dengan sisa pertandingan yang semakin sedikit, City tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin.
Penyelesaian Akhir Jadi Pekerjaan Rumah
Pep Guardiola secara terbuka menyoroti masalah utama timnya, yakni kegagalan memanfaatkan peluang. Manchester City mampu menciptakan banyak kesempatan bersih, tetapi penyelesaian akhir kerap tidak maksimal. Para penyerang sering berada di posisi ideal, namun bola gagal bersarang di gawang lawan.
Guardiola menegaskan bahwa mencetak gol adalah bagian penting dari pekerjaan seorang pemain depan. Tanpa efektivitas di kotak penalti, dominasi permainan menjadi sia-sia. Masalah ini terus berulang dan belum menemukan solusi nyata.
Jika situasi ini tidak segera dibenahi, Manchester City berisiko tertinggal jauh dalam perburuan gelar Liga Inggris. Awal tahun yang menentukan ini akan menjadi penentu apakah The Citizens mampu bangkit atau justru kembali mengulang kegagalan seperti musim sebelumnya. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita Manchester City menarik lainnya di mancity365.com.
