Malam Kelam Manchester City di Tanah Norwegia

Manchester City kembali mengalami malam sulit setelah takluk 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions. Berikut MANCITY 365 akan memberikan penjelasan tentang laga yang terjadi di Liga Champions kemarin.

Malam Kelam Manchester City di Tanah Norwegia

Bermain di Lingkar Arktik dengan kondisi cuaca dan atmosfer yang tidak bersahabat, pasukan Pep Guardiola gagal menunjukkan dominasi seperti yang biasa mereka perlihatkan di Eropa. Kekalahan ini terasa menyakitkan karena datang di saat City sedang membutuhkan hasil positif untuk mengembalikan kepercayaan diri.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Hasil negatif tersebut memperpanjang tren buruk City dalam beberapa pekan terakhir. Di kompetisi domestik, performa mereka juga menurun dengan empat laga beruntun tanpa kemenangan. Kekalahan di derby Manchester semakin memperparah situasi dan membuat tekanan terhadap tim meningkat.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Dampaknya, posisi City di fase liga Liga Champions kini berada di ujung tanduk. Peluang lolos otomatis ke babak 16 besar tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka dan sangat bergantung pada laga terakhir melawan Galatasaray.

Kondisi Tim yang Jauh dari Ideal

Dalam laga melawan Bodo/Glimt, Manchester City datang dengan skuad yang jauh dari kata lengkap. Banyak pemain kunci absen karena cedera, sakit, skorsing, hingga tidak memenuhi syarat bermain. Situasi ini membuat Guardiola harus merotasi pemain dan menurunkan komposisi yang kurang ideal.

Masalah City semakin besar setelah Rodri menerima kartu merah dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 orang jelas membuat keseimbangan tim terganggu, terutama saat menghadapi lawan yang tampil agresif dan percaya diri di kandang sendiri.

Guardiola mengakui bahwa sejak pergantian tahun, banyak hal tidak berjalan sesuai harapan. Ia menilai ketidakhadiran pemain-pemain penting membuat tim kehilangan konsistensi dan terlihat rapuh, mengingatkan pada periode sulit yang pernah dialami musim lalu.

Baca Juga: VAR Picu Amarah Guardiola di Malam Dominasi Man City

Desakan Guardiola untuk Bangkit

Malam Kelam Manchester City di Tanah Norwegia

Meski hasil akhir mengecewakan, Guardiola tetap melihat sisi positif dari perjuangan para pemainnya. Ia menilai mental bertarung City masih terlihat, terutama saat harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.

Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa perubahan harus segera dilakukan. City tidak punya banyak waktu untuk meratapi kekalahan karena jadwal padat sudah menanti, termasuk laga Premier League melawan Wolves dan pertandingan krusial kontra Galatasaray di Eropa.

Sepanjang awal tahun ini, kemenangan City baru datang dari ajang piala domestik. Fakta tersebut menunjukkan bahwa standar permainan mereka sedang turun, dan Guardiola sadar betul bahwa timnya harus segera menemukan kembali ritme terbaik.

Jalannya Pertandingan dan Sikap Dewasa Guardiola

Guardiola menolak anggapan bahwa City tampil buruk tanpa perlawanan. Ia justru memberikan pujian penuh kepada Bodo/Glimt yang bermain sangat disiplin, cepat, dan efektif dalam memanfaatkan peluang.

Dua gol cepat Kasper Hogh di babak pertama membuat City berada dalam tekanan besar. Setelah jeda, gol indah Jens Petter Hauge semakin menjauhkan tuan rumah. City sempat memperkecil skor melalui Rayan Cherki, tetapi kartu merah Rodri mematikan peluang kebangkitan.

Meski timnya kalah dan berada dalam situasi sulit, Guardiola memilih tidak menyalahkan Rodri. Ia memahami bahwa sang gelandang masih beradaptasi setelah cedera panjang dan menilai insiden tersebut sebagai bagian dari dinamika permainan. Simak dan ikuti terus informasi Manchester City terbaru secara lengkap hanya di mancity365.com.